Senin, 12 Januari 2015

Makalah Konfigurasi BIOS


BAB I
PENDAHULUAN


A.   LATAR BELAKANG
Dalam era globalisalisi ini para pegguna komputer telah mengalami banyak masalah (troubleshooting) dalam pmengoperasikan komputer tersebut, oleh karena itu perlunya pengetahuan tentang bagaimana cara mengatasi masalah – masalah yang dihadapi, salah satu dari banyaknya masalah pada komputer yaitu masalah pada bios komputer itu sendiri, dengan mempelajari tentang konfigurasi bios, diharapkan mampu mengenal apa itu bios baik dari segi pengertian, jenis-jenis maupun fungsinya, dan dapat mengofigurasi setting bios secara benar, sesuai dengan ketentuan, serta mampu memecahkan masalah (Troubleshooting) pada bios.

B.   RUMUSAN MASALAH
Adapun rumusan masalah dari makalah ini, yaitu :
  1. Apa Itu BIOS
  2. Bagaimana cara kerja BIOS
  3. Apa saja komponen BIOS
  4. Bagaimana cara setting BIOS
  5. Apa saja fitur BIOS
  6. Bagaimana Cara update BIOS
  7. Macam-Macam dan Troubleshooting BIOS

C.   TUJUAN PENULISAN

  1. Untuk mengetahui apa Itu BIOS
  2. Untuk mengetahui bagaimana cara kerja BIOS
  3. Untuk mengetahui apa saja komponen BIOS
  4. Untuk mengetahui bagaimana cara setting BIOS
  5. Untuk mengetahui apa saja fitur BIOS
  6. Untuk mengetahui bagaimana Cara update BIOS
  7. Untuk mengetahui macam-macam dan troubleshooting BIOS


BAB II
PEMBAHASAN


  1. PENGERTIAN BIOS
BIOS adalah singkatan dari Basic Input Output System. merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal meskipun komputer dimatikan.


  1. Cara Kerja BIOS
Cara kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari, menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card. Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah  semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari lokasi booting device dan Sistem Operasi. BIOS berfungsi sebagai konfigurasi sistem komputer saat pertamakali dijalankan, adapun hal yang dilakukan oleh BIOS antara lain :
  • Inisialisasi (penyalaan) serta pengujian terhadap perangkat keras (dalam proses yang disebut dengan Power On Self Test, POST)
  • Memuat dan menjalankan sistem operasi
  • Mengatur beberapa konfigurasi dasar dalam komputer (tanggal, waktu, konfigurasi media penyimpanan, konfigurasi proses booting, kinerja, serta kestabilan komputer)
  • Membantu sistem operasi dan aplikasi dalam proses pengaturan perangkat keras dengan menggunakan BIOS Runtime Services.
  1. Cara Akses BIOS
Untuk mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu sesuasi dengan jenis bios yang kita gunakan (biasanya tombol Delete atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan. Akan terdapat tulisan misalnya "Pres F2 to enter setup", maka langsung saja kita tekan tombol F2.


  1. KOMPONEN BIOS
BIOS tersusun dari beberapa bagian/komponen, yaitu
  1. BIOS Setup, program untuk merubah konfigurasi dasar komputer, yang terdiri dari bermacam menu yang kadang cukup rumit untuk mengaksesnya. Pelajari buku manualnya.
  2. Driver, ini adalah software untuk hardware dasar misalnya. Keyboard, video adapter, processor, harddisk dll.agar bisa berfungsi dalam mode DOS.
  3. Bootstraper,  agar komputer dapat menjalankan proses booting ke dalam OS yang ter install dalam komputer.


  1. TEMPAT PENYIMPANAN BIOS
Program BIOS disimpan di dalam chip ROM(Read Only Memory), untuk komputer modern sekarang rata-rata menggunakan Flash ROM yang dapat diupdate menggunakan software Flash BIOS Programmer.
Hasil setting BIOS akan disimpan dalam chip CMOS RAM yang memerlukan daya listrik, dan jika aliran listrik ke CMOS putus maka isi nya kan hilang dan kembali ke setting standar BIOS. Daya linstrik untuk CMOS disediakan oleh sebuah battery litium seri CR2032.
Jika battery ini rusak atau dilepas, aliran daya terputus, maka BIOS akan menampilkan pesan “ CMOS Checksum Error“. Setelah aliran daya tersedia, kita harus men-setting ulang konfigurasi BIOS nya.
CMOS = Complementary Metal Oxide Semiconductor.


  1. SETTING BIOS
Layar Menu BIOS
Menu BIOS terdiri dari beberapa macam tampilan yang memiliki fungsi yang berbeda-beda, adapun bentuk tanpilan menu BIOS dapat berbentuk Vertikal Maupun Horisontal, tergantung dari vendor pembuatnya. contoh tampilan layar menu BIOS terhilah pada gambar:
Menu Vertikal

































Untuk melakukan setting BIOS dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara manual dan otomatis:
Setting konfigurasi BIOS mode Auto, BIOS akan memberikan setting paling standard untuk motherboard yang digunakan. Artinya setting Auto akan menjamin bahwa BIOS mampu menangani semua hardware yang terpasang, dan dijamin beroperasi dengan lancar. Tentu saja performa-nya adalah standar. Pilihan Auto biasanya tersedia dalam menu-menu yang bersifat “kritis”, yang butuh pengetahuan cukup untuk mengisinya dengan nilai-setting manual. Kata “kritis” disini berarti jika salah dalam memasukkan suatu nilai, bisa menimbulkan kerusakan mainboard maupun hardware terkait. Contohnya adalah setting pada Processor atau RAM.
Setting konfigurasi BIOS mode Manual, Bios akan (berusaha) mengikuti setting sesuai kehendak user. Biasanya user memasukkan parameter-nilai setting secara manual untuk mendapatkan kualitas kinerja yang optimal dari semua hardware yang terpasang pada motherboard tsb. Tidak selalu BIOS akan berhasil mengikuti kehendak user (parameter manual), bagaimanapun BIOS juga memiliki keterbatasan. Jadi jika ingin menggunakan opsi Manual, user harus mengerti dengan baik batas kemampuan BIOS (mainboard) tsb. Contoh cara setting manual bisa dibaca pada artikel Setting RAM Mode Manual.


  1. CMOS Setup Utility
Fungsi Tombol pada setup BIOS :
Esc / Escape => keluar dari setup BIOS
←↑→↓ => tombol memilih menu
D => modifikasi panjang field
F1 => mencari bantuan fungsi tombol
F2 => mengubah background BIOS
F5 => mengubah ke settingan terdahulu yang pernah ada
F6 => mengubah ke settingan yang paling optimal
F7 => menyetting ke performance terbaik
F10 => keluar dari setup BIOS dan menyimpan hasil settingan


Untuk memunculkan menu selanjutnya tekan tombol panah (arahkan pada menu yang dituju) kemudian tekan Enter.


  1. FITUR BIOS
Beberapa Fitur yang ada dalam menu BIOS diantaranya:
  1. Chipset Feature Setup
Menu untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada kinerja komputer secara keseluruhan.
  1. Power Management Setup
Menu untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan untuk menghemat energi komputer.
HDD Power Down : Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
VGA Active Monitor : Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas pekerjaan.
  1. PCI Configuration
Menu untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
  1. Integrated Pheriperals
Menu untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller, floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan IRQ.
  1. Load Setup Defaults
Menu untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi setting tambahan.
  1. Supervisor Password
Menu untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini. melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
  1. User Password
Menu untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika dirasa tidak perlu.
  1. IDE HDD Auto Detiction
Menu untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer, seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No” untuk port yang tidak digunakan.
  1. HDD Low Level Format
Menu untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki BIOS dengan fasilitas ini.
  1. Save & Exit Setup
Menu untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.
  1. Exit Without Saving
Menu untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan keluar dari setup BIOS.


  1. UPDATE BIOS
  1. Update BIOS perlu dilakukan dalam situasi untuk hal-hal :
Berusaha memperbaiki problem sistem hardware komputer
Meningkatkan performa kinerja sistem terutama dalam kaitannya menangani hardware baru Mengganti Sistem Operasi, processor, modul RAM dimana BIOS-lama tidak mendukung suatu konfigurasi (hardware) baru yang akan diterapkan.
  1. Adapun yang perlu Diperhatikan sebelum meng UPdate BIOS antar lain:
  • Cek versi BIOS Laptop Anda Saat ini
Langkah pertama yang mesti dilakukan sebelum proses update BIOS adalah cek versi BIOS Laptop Anda saat ini. Anda bisa memasukan perintah “msinfo32” tanpa tanda kutip pada search bar di Windows 7/Vista atau pada menu RUN di Windows XP.
  • Cek versi BIOS terbaru di vendor Motherboard
Vendor Motherboard biasanya selalu menyediakan update untuk BIOS-nya langkah selanjutnya adalah
  • cek versi terbaru BIOS di vendor motherbnard yang Anda pakai
Jangan lupa untuk Membaca File Read Me
Setiap vendor mempunyai cara dan teknik berbeda dalam proses update BIOS, karena itu baca secara teliti file Read Me yang disediakan oleh vendor motherboard tersebut.
  1. Proses Update BIOS
Saat ini proses Update BIOS dilakukan dengan cara yang lebih mudah, Anda tinggal download Update BIOS terbaru dalam bentuk file .exe, close/ tutup semua program yang sedang berjalan kemudian double klik file .exe tersebut, reboot dan tunggulah sampai proses update berjalan. Jika proses update TERHENTI di tengah alias tidak selesai, maka bisa dipastikan komputer/Laptop Anda tidak akan bisa booting, karena itu pastikan power di Laptop dalam posisi full atau bahkan gunakanlah Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk mencegah jika tiba-tiba mati lampu.
  1. Troubleshooting dan Macam-macam BIOS
Macam - Macam BIOS
  1. AMI-BIOS 
AMI BIOS  adalah BIOS dikembangkan dan dijual oleh Megatrends Amerika. Hal ini digunakan baik di perusahaan memiliki motherboard dan pada motherboard yang dijual oleh perusahaan lain. American Megatrends adalah satu-satunya pihak ketiga produsen BIOS motherboard juga memproduksi sendiri, meskipun dalam volume yang relatif kecil. Pada 2002, AMI BIOS adalah yang paling populer BIOS firmware untuk PC.
  • Beep 1x : RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar.
  • Beep 2x : Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (Sistem Memory)
  • Beep 3x : BIOS gagal mengakses memory 64 KB pertama
  • Beep 4x : Timer pada sistem tidak beroperasi dengan baik
  • Beep 5x : Motherboard gagal mengoperasikan processor
  • Beep 6x           : Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang dengan benar
  • Beerp 7x : Video mode error
  • Beep 8x           : Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot.
  • Beep 9x : ROM Bios bermasalah
  • Beep 10x : CMOS Shutdow read/write mengalami error
  • Beep 11x         :Checksum-Error. Periksalah baterai CMOS pada motherboard.
  • 1 beep panjang 3 beep pendek : Conventional/Extended memori rusak
  • 1 beep panjang 8 beep pendek : Tes tampilan gambar gagal


  1. Award-BIOS
  • Beep 1x panjang terus menerus :  RAM rusak, atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1x panjang, 1x pendek :  Ada masalah dengan RAM atau Motherboard
  • Beep 1x panjang, 2x pendek :  Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1x panjang, 3x pendek :  Keyboard rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 1x panjang, 9x pendek :  Ada masalah dengan Bios / Bios rusak
  • Beep pendek Tak terputus :  Ada masalah dengan penerimaan tegangan (power)


  1. Phoenix-BIOS
Phoenix merupakan salah satu pabrikan BIOS yang dipakai di Indonesia . Mengembangkan dan mendukung perangkat lunak sistem inti untuk komputer pribadi dan perangkat komputasi lainnya. , produk Phoenix – biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input / Output System) atau firmware – Dukungan dan mengaktifkan kompatibilitas, konektivitas, keamanan dan pengelolaan berbagai komponen dan teknologi yang digunakan dalam perangkat tersebut. Phoenix Technologies dan IBM mengembangkan El Torito standar.
  • Beep 1x-1x-4x                         :  BIOS mengalami kerusakan
  • Beep 1x-2x-1x                         :  Motherboard rusak
  • Beep 1x-3x-1x                         :  Ram rusak atau tidak terpasang dengan benar
  • Beep 3x-1x-1x                         :  Motherboard rusak
  • Beep 3x-3x-4x                         :  Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar


  1. IBM-BIOS
  • Tidak ada beep :  Power supply rusak, card monitor / RAM tidak terpasang
  • 1 beep pendek :  Normal post dan PC dalam keadaan baik
  • Beep terus menerus   :  Power supply rusak, card monitor / RAM tidak terpasang
  • Beep pendek berulang-ulang :  Power supply rusak, card monitor / RAM tidak terpasang
  • 1 beep panjang, 1 beep pendek     :  Masalah pada motherboard
  • 1 beep panjang, 2 beep pendek     :  Masalah bagian VGA card (mono)
  • 1 beep panjang,3 beep pendek :  Masalah bagian VGA card (EGA)
  • 3 beep panjang :  Keyboard error
  • 1 beep panjang, blank monitor      :  VGA card sirkuit.


BAB III
KESIMPULAN


BIOS merupakkan system operasi yang pertama menginisiasi dan menganalisa perangkat keras yang terhubung pada komputer dan jika computer tidak memiliki BIOS maka computer tidak bisa dijalankan atau dioperasikan karena BIOS mengecek kesiapan kerja dari perangkat-perangkat keras yang terpasang.


DAFTAR PUSTAKA




9 komentar: