BAB
I
PENDAHULUAN
A.
LATAR
BELAKANG
Dalam
era globalisalisi ini para pegguna komputer telah mengalami banyak
masalah (troubleshooting) dalam pmengoperasikan komputer tersebut,
oleh karena itu perlunya pengetahuan tentang bagaimana cara mengatasi
masalah – masalah yang dihadapi, salah satu dari banyaknya masalah
pada komputer yaitu masalah pada bios komputer itu sendiri, dengan
mempelajari tentang konfigurasi bios, diharapkan mampu mengenal apa
itu bios baik dari segi pengertian, jenis-jenis maupun fungsinya, dan
dapat mengofigurasi setting bios secara benar, sesuai dengan
ketentuan, serta mampu memecahkan masalah (Troubleshooting) pada
bios.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Adapun
rumusan masalah dari makalah ini, yaitu :
Apa
Itu BIOS
Bagaimana
cara kerja BIOS
Apa
saja komponen BIOS
Bagaimana
cara setting BIOS
Apa
saja fitur BIOS
Bagaimana
Cara update BIOS
Macam-Macam
dan Troubleshooting BIOS
C.
TUJUAN
PENULISAN
Untuk
mengetahui apa Itu BIOS
Untuk
mengetahui bagaimana cara kerja BIOS
Untuk
mengetahui apa saja komponen BIOS
Untuk
mengetahui bagaimana cara setting BIOS
Untuk
mengetahui apa saja fitur BIOS
Untuk
mengetahui bagaimana Cara update BIOS
Untuk
mengetahui macam-macam dan troubleshooting BIOS
BAB
II
PEMBAHASAN
PENGERTIAN
BIOS
BIOS
adalah singkatan dari Basic Input Output System.
merupakan suatu software (ditulis dalam bahasa assembly) yang
mengatur fungsi dasar dari perangkat keras (hardware) komputer. BIOS
tertanam dalam sebuah chip memory (ROM ataupun Flash Memory berbahan
Comlpimentari Metal Oxide Semiconductor (CMOS) yang terdapat pada
motherboard. Sebuah baterai yang biasa disebut sebagai baterai CMOS
berfungsi untuk menjaga agar tanggal dan settingan lainnya yang telah
kita set pada BIOS tidak hilang atau kembali ke konfigurasi awal
meskipun komputer dimatikan.
Cara
Kerja BIOS
Cara
kerja BIOS adalah dimulai dengan proses inisialisasi, dimana dalam
proses ini kita bisa melihat jumlah memory yang terinstall, jenis
hardisk dan kapasitasnya dan sebagainya. BIOS kemudian akan mencari,
menginisialisasi dan menampilkan informasi dari Graphics Card.
Kemudian akan mengecek device ROM lain seperti hardisk dan kemudian
melakukan pengetesan RAM yaitu memory count up test. Setelah
semua test komponen berhasil dilakukan, BIOS kemudian akan mencari
lokasi booting device dan Sistem Operasi. BIOS berfungsi sebagai
konfigurasi sistem komputer saat pertamakali dijalankan, adapun hal
yang dilakukan oleh BIOS antara lain :
Cara
Akses BIOS
Untuk
mengakses BIOS dapat kita lakukan dengan menekan tombol tertentu
sesuasi dengan jenis bios yang kita gunakan (biasanya tombol Delete
atau F2) pada Keyboard pada saat pertama kali komputer dinyalakan.
Akan terdapat tulisan misalnya "Pres
F2 to enter setup",
maka langsung saja kita tekan tombol F2.
KOMPONEN
BIOS
BIOS
tersusun dari beberapa bagian/komponen, yaitu
BIOS
Setup, program untuk merubah konfigurasi dasar komputer, yang
terdiri dari bermacam menu yang kadang cukup rumit untuk
mengaksesnya. Pelajari buku manualnya.
Driver,
ini adalah software untuk hardware dasar misalnya. Keyboard, video
adapter, processor, harddisk dll.agar bisa berfungsi dalam mode DOS.
Bootstraper,
agar komputer dapat menjalankan proses booting ke dalam OS yang ter
install dalam komputer.
TEMPAT
PENYIMPANAN BIOS
Program
BIOS disimpan di dalam chip ROM(Read Only Memory), untuk komputer
modern sekarang rata-rata menggunakan Flash ROM yang dapat diupdate
menggunakan software Flash BIOS Programmer.
Hasil
setting BIOS akan disimpan dalam chip CMOS RAM yang memerlukan daya
listrik, dan jika aliran listrik ke CMOS putus maka isi nya kan
hilang dan kembali ke setting standar BIOS. Daya linstrik untuk CMOS
disediakan oleh sebuah battery litium seri CR2032.
Jika
battery ini rusak atau dilepas, aliran daya terputus, maka BIOS akan
menampilkan pesan “ CMOS Checksum Error“. Setelah aliran daya
tersedia, kita harus men-setting ulang konfigurasi BIOS nya.
CMOS
= Complementary Metal Oxide Semiconductor.
SETTING
BIOS
Layar
Menu BIOS
Menu
BIOS terdiri dari beberapa macam tampilan yang memiliki fungsi yang
berbeda-beda, adapun bentuk tanpilan menu BIOS dapat berbentuk
Vertikal Maupun Horisontal, tergantung dari vendor pembuatnya. contoh
tampilan layar menu BIOS terhilah pada gambar:
Menu
Vertikal
Untuk
melakukan setting BIOS dapat dilakukan dengan dua cara yaitu secara
manual dan otomatis:
Setting
konfigurasi BIOS mode Auto,
BIOS akan memberikan setting paling standard untuk motherboard yang
digunakan. Artinya setting Auto akan menjamin bahwa BIOS mampu
menangani semua hardware yang terpasang, dan dijamin beroperasi
dengan lancar. Tentu saja performa-nya adalah standar. Pilihan Auto
biasanya tersedia dalam menu-menu yang bersifat “kritis”, yang
butuh pengetahuan cukup untuk mengisinya dengan nilai-setting manual.
Kata “kritis” disini berarti jika salah dalam memasukkan suatu
nilai, bisa menimbulkan kerusakan mainboard maupun hardware terkait.
Contohnya adalah setting pada Processor atau RAM.
Setting
konfigurasi BIOS mode Manual,
Bios akan (berusaha) mengikuti setting sesuai kehendak user. Biasanya
user memasukkan parameter-nilai setting secara manual untuk
mendapatkan kualitas kinerja yang optimal dari semua hardware yang
terpasang pada motherboard tsb. Tidak selalu BIOS akan berhasil
mengikuti kehendak user (parameter manual), bagaimanapun BIOS juga
memiliki keterbatasan. Jadi jika ingin menggunakan opsi Manual, user
harus mengerti dengan baik batas kemampuan BIOS (mainboard) tsb.
Contoh cara setting manual bisa dibaca pada artikel Setting RAM Mode
Manual.
CMOS
Setup Utility
Fungsi
Tombol pada setup BIOS :
Esc
/ Escape => keluar dari setup BIOS
←↑→↓ =>
tombol memilih menu
D
=> modifikasi panjang field
F1
=> mencari bantuan fungsi tombol
F2
=> mengubah background BIOS
F5
=> mengubah ke settingan terdahulu yang pernah ada
F6
=> mengubah ke settingan yang paling optimal
F7
=> menyetting ke performance terbaik
F10
=> keluar dari setup BIOS dan menyimpan hasil settingan
Untuk
memunculkan menu selanjutnya tekan tombol panah (arahkan pada menu
yang dituju) kemudian tekan Enter.
FITUR
BIOS
Beberapa
Fitur yang ada dalam menu BIOS diantaranya:
Chipset
Feature Setup
Menu
untuk mengatur konfigurasi fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh
chipset, misalnya timing memori. Fasilitas ini berpengaruh pada
kinerja komputer secara keseluruhan.
Power
Management Setup
Menu
untuk mengatur kinerja perangkat-perangkat sehingga memungkinkan
untuk menghemat energi komputer.
HDD
Power Down
: Berfungsi mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled”
agar harddisk akan dimatikan secara otomatis dalam selang waktu
tertentu. Atau pilihlah “Disabled” agar harddisk terus aktif
(tidak dimatikan) baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu
aktivitas pekerjaan.
VGA
Active Monitor : Berfungsi
mengatur kinerja harddisk. Pilihlah “Enabled” agar monitor akan
dimatikan secara otomatis jika dalam selang waktu tertentu. Atau
pilihlah “Disabled” agar monitor terus aktif (tidak dimatikan)
baik pada saat melakukan atau tidak melakukan suatu aktivitas
pekerjaan.
PCI
Configuration
Menu
untuk konfigurasi perangkat-perangkat dan PCI, seperti alokasi IRQ.
Integrated
Pheriperals
Menu
untuk mengkonfigurasikan fasilitas-fasliitas yang berhubungan dengan
perangkat terhubung dengan motherboard seperti harddisk controller,
floppy disk controller, serial dan parallel port meliputi konfigurasi
port dan IRQ. Non aktifkan yang tidak dibutuhkan untuk membebaskan
IRQ.
Load
Setup Defaults
Menu
untuk meningkatkan kinerja komputer secara instant. Apabila komputer
berjalan stabil dengan setting ini, Anda dapat melakukan konfigurasi
setting tambahan.
Supervisor
Password
Menu
untuk membuat password supervisor, password ini berlaku untuk proses
booting dan proses konfigurasi setup BIOS. Dengan kata lain, setiap
orang tidak dapat mengaktifkan sistem operasi memasuki dan melakukan
perubahan setup jika tidak dapat melewati password yang ini.
melindunginya. Buatlah password supervisor atau abaikan jika dirasa
tidak perlu.
User
Password
Menu
untuk membuat password user, password ini hanya berlaku untuk proses
booting saja dan tidak bisa digunakan untuk mengubah konfigurasi
setup BIOS. Dengan kata lain, sistem operasi tidak akan diaktifkan
selama pengguna tidak melewati password akan tetapi dapat melakukan
perubahan konfigurasi setup. Buatlah password user atau abaikan jika
dirasa tidak perlu.
IDE
HDD Auto Detiction
Menu
untuk mendeteksi parameter-parameter harddisk yang dikenali komputer,
seperti Type, Size, Cyls, Sector, Mode, dan sebagainya. Gunakanlah
setting “Yes” untuk port yang aktif, dan settinglah “No”
untuk port yang tidak digunakan.
HDD
Low Level Format
Menu
untuk melakukan proses format harddisk. Tidak semua komputer memiliki
BIOS dengan fasilitas ini.
Save
& Exit Setup
Menu
untuk menyimpan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup dan
keluar dari setup BIOS.
Exit
Without Saving
Menu
untuk mengabaikan berbagai kemungkinan perubahan konfigurasi setup
dan keluar dari setup BIOS.
UPDATE
BIOS
Update
BIOS perlu dilakukan dalam situasi untuk hal-hal :
Berusaha
memperbaiki problem sistem hardware komputer
Meningkatkan
performa kinerja sistem terutama dalam kaitannya menangani hardware
baru Mengganti Sistem Operasi, processor, modul RAM dimana BIOS-lama
tidak mendukung suatu konfigurasi (hardware) baru yang akan
diterapkan.
Adapun
yang perlu Diperhatikan sebelum meng UPdate BIOS antar lain:
Langkah
pertama yang mesti dilakukan sebelum proses update BIOS adalah cek
versi BIOS Laptop Anda saat ini. Anda bisa memasukan perintah
“msinfo32” tanpa tanda kutip pada search bar di Windows 7/Vista
atau pada menu RUN di Windows XP.
Vendor
Motherboard biasanya selalu menyediakan update untuk BIOS-nya langkah
selanjutnya adalah
Jangan
lupa untuk Membaca File Read Me
Setiap
vendor mempunyai cara dan teknik berbeda dalam proses update BIOS,
karena itu baca secara teliti file Read Me yang disediakan oleh
vendor motherboard tersebut.
Proses
Update BIOS
Saat
ini proses Update BIOS dilakukan dengan cara yang lebih mudah, Anda
tinggal download Update BIOS terbaru dalam bentuk file .exe, close/
tutup semua program yang sedang berjalan kemudian double klik file
.exe tersebut, reboot dan tunggulah sampai proses update berjalan.
Jika proses update TERHENTI di tengah alias tidak selesai, maka bisa
dipastikan komputer/Laptop Anda tidak akan bisa booting, karena itu
pastikan power di Laptop dalam posisi full atau bahkan gunakanlah
Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk mencegah jika tiba-tiba mati
lampu.
Troubleshooting
dan Macam-macam BIOS
Macam
- Macam BIOS
AMI-BIOS
AMI
BIOS adalah BIOS dikembangkan dan dijual oleh Megatrends
Amerika. Hal ini digunakan baik di perusahaan memiliki motherboard
dan pada motherboard yang dijual oleh perusahaan lain. American
Megatrends adalah satu-satunya pihak ketiga produsen BIOS motherboard
juga memproduksi sendiri, meskipun dalam volume yang relatif kecil.
Pada 2002, AMI BIOS adalah yang paling populer BIOS firmware untuk
PC.
Beep
1x : RAM rusak atau tidak terpasang dengan benar.
Beep
2x : Sirkuit gagal mengecek keseimbangan DRAM Parity (Sistem
Memory)
Beep
3x : BIOS gagal mengakses memory 64 KB pertama
Beep
4x : Timer pada sistem tidak beroperasi dengan baik
Beep
5x : Motherboard gagal mengoperasikan processor
Beep
6x :
Biasanya menunjukkan keyboard yang rusak, atau tidak terpasang
dengan benar
Beerp
7x : Video mode error
Beep
8x : Graphic
card rusak atau tidak terpasang dengan benar pada slot.
Beep
9x : ROM Bios bermasalah
Beep
10x : CMOS Shutdow read/write mengalami error
Beep
11x :Checksum-Error.
Periksalah baterai CMOS pada motherboard.
1
beep panjang 3 beep pendek : Conventional/Extended memori rusak
1
beep panjang 8 beep pendek : Tes tampilan gambar gagal
Award-BIOS
Beep
1x panjang terus menerus : RAM rusak, atau tidak terpasang
dengan benar
Beep
1x panjang, 1x pendek : Ada masalah dengan RAM atau
Motherboard
Beep
1x panjang, 2x pendek : Graphic card rusak atau tidak
terpasang dengan benar
Beep
1x panjang, 3x pendek : Keyboard rusak atau tidak terpasang
dengan benar
Beep
1x panjang, 9x pendek : Ada masalah dengan Bios / Bios rusak
Beep
pendek Tak terputus : Ada masalah dengan penerimaan tegangan
(power)
Phoenix-BIOS
Phoenix
merupakan salah satu pabrikan BIOS yang dipakai di Indonesia .
Mengembangkan dan mendukung perangkat lunak sistem inti untuk
komputer pribadi dan perangkat komputasi lainnya. , produk Phoenix –
biasa disebut sebagai BIOS (Basic Input / Output System) atau
firmware – Dukungan dan mengaktifkan kompatibilitas, konektivitas,
keamanan dan pengelolaan berbagai komponen dan teknologi yang
digunakan dalam perangkat tersebut. Phoenix Technologies dan IBM
mengembangkan El Torito standar.
Beep
1x-1x-4x
: BIOS mengalami kerusakan
Beep
1x-2x-1x
:
Motherboard rusak
Beep
1x-3x-1x
: Ram rusak atau tidak terpasang dengan benar
Beep
3x-1x-1x
: Motherboard rusak
Beep
3x-3x-4x
: Graphic card rusak atau tidak terpasang dengan benar
IBM-BIOS
Tidak
ada beep : Power supply rusak, card monitor / RAM tidak
terpasang
1
beep pendek : Normal post dan PC dalam keadaan baik
Beep
terus menerus : Power supply rusak, card monitor
/ RAM tidak terpasang
Beep
pendek berulang-ulang : Power supply rusak, card
monitor / RAM tidak terpasang
1
beep panjang, 1 beep pendek : Masalah
pada motherboard
1
beep panjang, 2 beep pendek : Masalah
bagian VGA card (mono)
1
beep panjang,3 beep pendek : Masalah bagian VGA card (EGA)
3
beep panjang : Keyboard error
1
beep panjang, blank monitor :
VGA card sirkuit.
BAB
III
KESIMPULAN
BIOS
merupakkan system operasi yang pertama menginisiasi dan menganalisa
perangkat keras yang terhubung pada komputer dan jika computer tidak
memiliki BIOS maka computer tidak bisa dijalankan atau dioperasikan
karena BIOS mengecek kesiapan kerja dari perangkat-perangkat keras
yang terpasang.
DAFTAR
PUSTAKA